26 December 2011

Meow meow #Episode 5

Kak Siti beritahu aku , Saputra sampai di rumah senja atau lewat malam , walaupun aku sudah menunggunya sejak petang lagi . Kak Siti tak pernah melarang aku masuk kediaman Tuan Mathew Abdullah dan Puan Marlina , . Kerana bagi mereka , mereka sudah cukup kenal aku dan mereka tidak perlu rasa curiga pada aku . Tetapi , aku masuk kerumahnya bukan sebagai tetamu , tetapi aku boleh kerumahnya untuk bertindak menemani Kak siti . Dia ialah orang gaji di rumah mereka , dia juga berkawan baik dengan abang aku . Aku rasa mereka mempunyai hubungan lebih dari sebagai kawan .

Saputra dan keluarganya sampai pada pukul 10 malam . Aku bergegas ke depan . Aku terus pergi ke arah Saputra . Dia hanya tersenyum . Aku lihat Puan Marlina juga senyum .

Saputra : Kau rindu aku ehh ? Cepatnya kau sampai rumah aku ? Nak ole-ole ke ? Sabar , nanti aku bagi .
Zarith : Haa ? Aku tak mintak apa-apa pun ?
Saputra : Takpa , aku tetap bagi kau hadiah , sebab kau dah jujur . Terima kasih ya ? *(senyum dan mencuit hidung aku)

Tiba-tiba Puan Marlina mencelah ,

Puan Marlina : Haaa , korang , baru nak bercinta , jangan melebih-lebih pulak yang . Mama tak suka . Dan mama taknak korang bercinta . Mama galakkan kamu berdua sekadar berkawan biasa aja dulu . Korang pun belum capai SPM pun . Apa-apa hal , lepas SPM .
Saputra : Okayy mama yang cantik yang jelita lagi menawan .

Otak aku semakin keliru , permainan apakah ini ? Ada banyak cerita yang aku tak tahu ke ? Ketinggalan sangat aku tak tahu cerita ni . Aku terus mendiamkan keadaan itu . Kemudian aku cuba mengajak Saputra bercakap empat mata ,

Zarith : Hmm , aku rasa , tiba masa kau perlu tahu hal sebenar .
Saputra : Hal apa nya ni Cik gemok ? Serious sangat ke ?
Zarith : Soal hati aku .
Saputra : Haaaaa , dah , diam , aku rasa aku tahu .

Ketika itu , Saputra memegang erat kedua tangan aku , aku cuba menarik semula kedua tangan aku , tapi tidak berjaya . Saputra merenung tepat ke dalam mata aku ,

Saputra : Aku dah tahu , kau sayangkan aku . Kau pun cintakan aku .
Zarith : Mana kau tahu ?
Saputra : Apa guna kaya tak ada voice recorder ?
Zarith : Haaaaa ? Aku tak faham ?
Saputra : Kau ni kan , kalau nak tunjuk bodoh pun , janganlah depan bakal suami kau ni . Ya Allah .
Zarith : Masalahnya aku langsung tak faham lah .
Saputra : Kau pernah tengok aku dengan Hariz rapat tak ?
Zarith : Pernah , masa kau main futsal dengan dia .
Saputra : Dia selalu cakap yang kau selalu cerita pasal aku dekat dia , so , aku tahu lah .
Zarith : Haa ? Habis tu , pasal birthday tu semua kau tahu ?
Saputra : Haa ? Birthday ?
Zarith : Hehe , tak ada apa-apa lahh . *(sambil bermonolog . "Nasib baik dia tak tahu !")

Keesokkan harinya , aku dan Saputra pergi ke sekolah seperti biasa . Tetapi kali ini kami lebih rapat , dan kami lebih lain daripada biasa . Dan bermula pagi itu , nama panggilan kami bukan "Aku Kau" lagi , tetapi Zaar dan Putra . Dan kami lebih mesra . Tetapi , sepengatahuan aku , kami tak dibenarkan bercinta selagi SPM kami belum tamat . Jadi kami lebih berhati-hati , takut-takut nanti ada salah satu daripada kami akan goyah dengan perasaannya sendiri .

Hubungan kami seakan-akan berubah . Aku sehingga takut dengan apa yang bakal terjadi nanti . Mana tidaknya , orang kata "Jangan mencari cinta dikalangan Kawan Baik" . Aku takut apa-apa akan terjadi , tetapi hati aku diyakini semula oleh Putra .

Bersambung . . .

Kisah sebelumnya . .

LIKE dan KOMEN adalah HAK ANDA
TERIMA KASIH DAUN KELADI

0 comments: